Postingan

Peluk dalam Pikuk

Senja sore kali ini sangat cantik, di tengah kepadatan arus kota aku memandangnya tanpa berpaling, namun pandanganku terpatahkan oleh teriakan seorang bapak tua kepada seorang anak kecil. Dari balik jendela mobil aku melihatnya, seorang anak perempuan berparas jelita dengan tubuh mungilnya berhadapan dengan seorang bapak tua berkemeja biru. Tatapan murka terlihat dari lelaki itu, gadis itu tak berdaya, dirinya tertunduk dalam lesu. Aku tidak tahu jelas apa yang sedang mereka perdebatkan, tapi yang kulihat di depan mobil sang lelaki tua itu ada sebuah sepeda kecil usang yang terbelah menjadi dua bagian. Tak ada lagi bayangan yang terpikir oleh pikiranku selain telah terjadi sebuah insiden kecelakaan yang melibatkan keduanya. Baru saja pintu mobil akan aku buka, tiba-tiba sopir melajukan mobilku karena jalan sudah lebih senggang. Sepanjang jalan pulang pikiranku tak henti memikirkan nasib bocah malang itu, bagaimana jika dia terluka? Pasti bukan hanya fisiknya, tapi batinnya pun ikut jug...